Harga Sebuah Keluarga
Saat aku berusia tujuh tahun, ayahku meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil. Tak lama kemudian, ibuku menikah lagi dengan cinta pertamanya dan membawaku tinggal bersama keluarga barunya.
Pada makan malam pertama di rumah itu, ayah tiriku mengumumkan sebuah aturan keluarga.
"Mulai sekarang, di keluarga ini masing-masing menanggung biaya hidupnya sendiri."
Saat itu aku mengambil sepotong daging sapi dan memakannya.
Namun setelahnya, ayah tiriku meminta aku yang baru berusia tujuh tahun membayar enam juta untuk biaya makanan tersebut.
Aku menoleh ke arah kakak tiriku yang sedang makan dengan lahap.
"Kakak juga makan daging sapi. Kenapa Papa nggak minta Kakak bayar?"
"Karena dia anak kandung Papa," jawab ayah tiriku. "Papa sayang dia, jadi dia punya hak istimewa karena ada hubungan darah."
Aku pun memandang Ibu.
Ayah tiriku melanjutkan, "Mamamu itu istriku. Papa cinta dia, jadi dia juga punya hak istimewa."
"Sedangkan kamu, kita nggak punya hubungan darah, juga nggak ada ikatan perasaan. Papa nggak punya kewajiban untuk membesarkan kamu."