Pak, Jangan! Nanti Ketahuan!
Di kiri-kanan, dinding-dinding kayu gelap berdiri kokoh dan Aruna kembali merapatkan cardigannya.
Begitu ia melangkah melewati pintu utama, seorang wanita sudah menunggu.
Wanita itu berwajah Jepang, mengenakan kimono abu-abu dengan motif bunga sakura yang halus, dan senyumnya ramah, hangat, seolah kehadiran Aruna di tengah malam seperti ini adalah hal yang paling normal di dunia.
"Welcome to Hakuuntei," ucapnya dengan logat Jepang yang lembut, menundukkan kepalanya sedikit dalam salam. "Mr. Atlas already informed me about your arrival. You must be his fiancée."
Bab Populer