Pangeran yang Membunuhku Kini Mengejar Cintaku
"Aku tidak bisa membencinya sehebat itu. Terkadang, saat aku melihat luka dan keputusasaan di matanya, ada bagian dari diriku yang ingin menjangkau dan bertanya apa yang sebenarnya dia cari. Tapi mencintainya? Tidak, itu tidak mungkin. Aku rasa aku belum gila untuk jatuh cinta pada pria yang mengurungku."
Nara terkekeh rendah, suara tawanya terdengar seperti lonceng perak di tengah malam. "Kau tahu, Celestine? Kebencian dan cinta itu seperti dua sisi dari koin emas yang sama. Keduanya membutuhkan energi yang besar. Jika kau benar-benar tidak peduli padanya, kau tidak akan merasa sejengkel ini. Kau tidak akan memikirkannya sampai sesak napas."