TEH ... AKU DI SINI
Bangunan setinggi ini hanya memiliki ruangan yang sudah tertutup hanya di bagian lantai tiga, sedangkan sampai atas sana masih terdiri dari tangga saja.
Clara mengendap, mencari celah untuk masuk, tetapi tidak ada celah. Tidak ada tanda-tanda kehidupan. Clara menempelkan telinga ke tembok-tembok, berpindah-pindah, hanya ada suara desau angin saja. Clara meludah, dan bersiap pergi. Tetapi tapak kaki dari banyak orang seperti melompat ia dengar secara tiba-tiba dari tembok tebal di belakangnya. Clara kembali menempelkan telinga, memandang ke atas untuk mencari siapa tahu ada lubang. Dua meter dari posisinya, ia melihat ventilasi udara yang ditutupi dengan jaring besi. Clara berusaha menggapain
Hot Chapters