Pintu Tertutup, Begitu Juga Hatiku
Tubuhnya kaku bersandar di nisan, seperti seseorang yang tertidur lelap.
Angin menggulung daun-daun jatuh ke tubuhnya, seolah menyelimuti dengan lapisan tipis yang lembut. Langit jauh di sana berwarna biru cerah, seperti tirai beludru biru yang dulu paling kusuka. Hanya saja, tak akan ada lagi yang menarik tangannya sambil berkata, "Mas Dharma, lihat, langit hari ini indah sekali, ayo kita jalan-jalan ke taman."
الفصول الرائجة