Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
23.14

23.14

" Dokter itu tidak melanjutkan ucapannya. Ana mendekat dan membaca name tag yang dipakai sang dokter. Name tag itu bertuliskan ' Dr. Reyhan' lalu Ana duduk dikursi panjang yang berada disana. "Apa benar kau..." "Gak usah formal-formal ngomongnya. Biasa aja. Bisa ngomong lo-gue, kan?" Ujar Ana santai.
106.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 150 kali sebagai hello doktor
Baca
+Pustaka
Terjerat Cinta Mas Lurah

Terjerat Cinta Mas Lurah

Kinan pun memperkenalkan diri. "𝗡𝗷𝗶𝗵, 𝗺𝘂𝗴𝗼 - 𝗺𝘂𝗴𝗼 𝗸𝗲𝗿𝗮𝘀𝗮𝗻 𝗻𝗲𝗻𝗴 𝗸𝗲𝗻𝗲 𝘆𝗼, 𝗕𝘂 𝗗𝗼𝗸𝘁𝗲𝗿. (Iya, semoga betah di sini ya, Bu Dokter.)" Ujar Pak Harjo.
840 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai hello doktor
Baca
+Pustaka
Sentuh Aku, Om Dokter!

Sentuh Aku, Om Dokter!

Bisa gawat jika dia benar-benar berpaling. “Iya, saya Dokter Bagas.” Om Bagas mengangguk pelan. “Kamu memangnya siapa? Tapi kok wajahmu… ah maksudnya, wajah kalian mirip.” Tatapannya berpindah kembali ke arahku, seolah tengah menimbang-nimbang kemiripan di antara kami. Dadaku terasa makin sesak. “Nama saya Julia, Dokter.” Mbak Julia tersenyum manis, lalu perlahan mengulurkan tangannya. “Saya mau berobat, kebetulan saya juga sudah daftar.”
1075.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai hello doktor
Baca
+Pustaka
DIKIRA MISKIN SAAT REUNI

DIKIRA MISKIN SAAT REUNI

Aku dan Bang Zayd masuk dan menyapa dokter yang bertugas hari ini. “Silakan, duduk!” Seorang dokter berwajah keibuan mempersilakanku dan Bang Zayd. Dari nama yang tertulis di ruangannya, aku tahu namanya adalah Dokter Rina. Aku dengan malas, duduk di sampingnya. Bang Zayd menarikkan satu kursi untukku.
10261.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.8K kali sebagai hello doktor
Baca
+Pustaka
Serpihan Kenangan

Serpihan Kenangan

Hal itu membuatku tergelitik. "Kondisi anda semakin membaik, Bu." ujar sang dokter senang selagi memeriksaku. Aku bergeming saja, tidak dapat menanggapi. Nanun kedua mataku bergulir melirik sekilas nametag milik dokter tersebut. Dokter Andrea Maharani. "Maaf jika kami mengganggu waktu istirahat anda. Ini check up terakhir untuk hari ini ya, Bu." lanjut Dokter Andrea menjelaskan.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai hello doktor
Baca
+Pustaka
Jodoh Untuk Om Dokter

Jodoh Untuk Om Dokter

"Ck, apa kau tuli? Aku bertanya dimana ruangan Dokter Davin? Aku ingin bertemu dengan SUAMIKU." Detik itu juga bisik-bisik pun terdengar kala perempuan cantik nan seksi itu menyebut kalimat 'Suamiku' dengan begitu lantang dan penuh penekanan. Tentu saja mereka terkejut dan berpikir kalau ternyata dialah istri dari salah satu Dokter populer di rumah sakit mereka. "Dokter Davin ya, mari saya antar," ajaknya sembari tersenyum kecil.
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai hello doktor
Baca
+Pustaka
Diadopsi Om Dokter

Diadopsi Om Dokter

Bab 22 Herman terkaget bukan main. Ternyata, dokter yang dulu datang ke rumahnya adalah putra pertama Andareksa Group, Keent Andareksa. Pantas saja saat ia melihat namanya, ia merasa tidak asing.
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai hello doktor
Baca
+Pustaka
Dok! Oh Dokter!

Dok! Oh Dokter!

"Pak, aku datang untuk melakukan pemeriksaan fisik." Aku berjalan mendekat sambil membawa formulir pemeriksaan kesehatan, kemudian aku melihat jelas penampilan dokter tersebut. Tampan sekali, dokter ini setingkat dengan primadona pria. Dokter kampus mengambil formulir pemeriksaan fisik dariku. "Apa kamu ingin melakukan pemeriksaan fisik? Kenapa baru datang sekarang?" Suaranya dingin, tetapi sangat magnetis.
390.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13.7K kali sebagai hello doktor
Baca
+Pustaka
Tak Apa Jadi Istri Kedua, yang Penting Soleha

Tak Apa Jadi Istri Kedua, yang Penting Soleha

aku tersenyum jahat. Fika terdiam. "Jadi kkkamu ... Kamu yang...?" Belum sempat ia menjawab karena gugup. Dokter yang tadi kami panggil datang. "Selamat datang, dok! Silakan masuk!" ucap Mas Ahmad. "Terimakasih.. kalau boleh tahu sakit apa mba-nya?" Dokter itu berkata sambil mengeluarkan stetoskop. "Itu Dok, katanya anu... anunya gatal!" Kataku agak keras.
106.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 252 kali sebagai hello doktor
Baca
+Pustaka
Contract With The Devil's man

Contract With The Devil's man

Tok! Tok!. " Tuan, ini saya Alex. Ini saya sudah datang bawa dokter yang akan memeriksa tuan." Seru Alex dari depan pintu kamar tuan Adam. "Suruh saja masuk dokternya." sahut tuan Adam lirih. "Halo, tuan. Kita bertemu lagi. Kali ini tuan yang sakit. Saya pikir nona itu lagi yang sakit." ujar dokter itu menyebalkan.
9.95.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai hello doktor
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status