PAMER SUAMI
Sepertinya aku menjadi bahan tertawaan pria itu.
"Maaf ya, Neng," kekeh lelaki berkumis itu, menampilkan deretan giginya yang kuning. Mungkin karena seringnya merokok.
"Tolong jaga sikap Anda! Saya bukan wanita murahan!" tegasku setelah asap mulai tipis dan batukku reda. Tawa lelaki yang memiliki perut buncit tadi semakin berderai.
"Penampilanmu saja kayak sedang menjajakan diri. Saat digoda, eh jual mahal," kekeh laki-laki itu lagi, lalu berdiri memelototiku dari atas sampai bawah.