Cinta Cita
“Cita Lukito, Bik? Dia datang ke sini? Yakin, Bik?”
“Iya, Bu. Mbak Cita istrinya mas, maksud saya, mantan istrinya mas Pandu.”
“Dia di Jakarta?” tanya Erina yang duduk di karpet dengan banyak mainan yang berhambur di sekelilingnya. “Dia masih lumpuh, kan?”
Tessa yang masih merasa syok, segera berdiri dan meninggalkan menantunya tanpa kata. Ia segera pergi ke depan dan berjalan bersama asisten rumah tangganya.
Bab Populer