Luna dalam Lara
"Lalu tanyakan pada dirimu sendiri: apakah aku berbohong? Karena kau tahu, Jenderal, aku tidak segan-segan. Aku telah menjatuhkan pion terkuatmu hanya karena dia menyakitiku. Bayangkan apa yang akan kulakukan jika kau menyakiti orang yang kucintai."
Luna berdiri, mengambil tas tangannya. "Saya permisi, Jenderal. Saya harap kita tidak perlu bertemu lagi. Selamat malam."
Luna berbalik dan melangkah keluar, meninggalkan Jenderal Wiratama yang kini terlihat marah, bingung, dan yang terpenting, ragu. Ia berhasil mengancam predator itu dengan umpan yang sempurna. Luna telah menggunakan kecerdasan dan keberanian yang ia pelajari, tetapi motifnya adalah murni cinta.
Hot Chapters