Awan Tenang, Angin Membawa Cinta
Hauracerita nawang wulankera kera apa yang sakitwulan menari dengan lemahulzzang di rumah sakit
Pria itu menyatukan bibir tipisnya, sudut mulut tersungging senyum tipis, namun entah mengapa memberikan kesan dingin dan jauh.
“Halo, aku Wulan.”
Wulan membuka suara dengan lembut.
Hengky menundukkan matanya sebentar, menatapnya sejenak, lalu sorot matanya yang tajam terpaku pada topi yang dipakai Wulan. Beberapa saat kemudian dia berkata,
“Aku, Hengky Lumanta, calon suamimu.”
Satu jam kemudian, mobil sedan hitam melaju perlahan ke depan kantor catatan sipil.
人気のチャプター