Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Haters

Haters

Kemudian terdengar seruan dalam bahasa jepang yang kurang gue mengerti. Satu menit kemudian, Hikari dengan rambut yang dikuncir dua muncul di layar laptop yang tengah gue tatap, disusul kak Hana yang sedang menggendong Yuki--si bayi laki-laki gembul yang pengen gue cubit--. "Hallo keponakan Tatha!" Seru gue antusias menatap dua ponakan yang menggemaskan itu. Hikari tersenyum sembari melambaikan tangannya, sedangan Yuki hanya mengoceh tak jelas. Tentu saja Yuki mengoceh, usianya baru sembilan bulan, sedangkan Hikari sudah berusia 4 tahun.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai hero lab 1718
Baca
+Pustaka
LARA

LARA

Ia kelelahan setelah berlari begitu jauh. "Nih, minum dulu aja," ucap Patrick sambil turun dari motornya dan menyodorkan sebotol air minum kepada Sarah. Sarah kemudian meminum air minum pemberian Patrick. "Pulang bareng aku aja. Aku bawa helem dua nih," ajak Patrick sambil memberikan helm bogo warna coklat kepada Sarah. Tanpa pikir panjang. Sarah kemudian memakai helm bogo warna coklat pemberian Patrick.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai hero lab 1718
Baca
+Pustaka
Terjerat Cinta Tuan Elias (Mafia Romance Trilogy)

Terjerat Cinta Tuan Elias (Mafia Romance Trilogy)

Liam mencengkeram leher Elias dan mengangkatnya ke udara. ​Perang Digital di Jantung Labirin ​Di layar tablet Kelly, ribuan baris kode mengalir dengan kecepatan yang memusingkan. Ia berhasil menembus lapisan enkripsi pertama milik Obsidian. Ia melihat peta saraf Liam—sebuah labirin elektronik yang mengerikan di mana kesadaran manusia telah dijajah oleh algoritma. ​"Hampir... sedikit lagi..." bisik Kelly. Ia merasakan tendangan kuat dari Leo di dalam rahimnya, sebuah dorongan adrenalin yang membuatnya tetap fokus di tengah kiamat ini.
10677 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai hero lab 1718
Baca
+Pustaka
Sistem Tanpa Batas

Sistem Tanpa Batas

Udara di ruang pusat Sub-Level 15 bergetar hebat saat unit **Sentinel Kelas-D** pertama meluncurkan serangan. Robot laba-laba itu tidak memiliki emosi, namun gerakannya dipandu oleh algoritma penghancuran yang telah disempurnakan selama puluhan tahun. **Li Lan** berdiri tegak, tangannya yang terbalut luka bakar menggenggam pipa logam berat dengan erat.
104.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 131 kali sebagai hero lab 1718
Baca
+Pustaka
SENJA YANG KELABU

SENJA YANG KELABU

Wina menyerahkan HP dan Dompet Sari. Sari mengambil HP dan dompetnya dari tangan Wina, dompetnya dimasukan kedalam tasnya, sementara HP dia genggam ditangannya, dan membuka menu chating, karena ada beberapa chatingan yang masuk, seketika bibirnya tersenyum melihat salah satu chatingan, Wina yang memperhatikan Sari merasa kepo, ada apa dengan sahabatnya ini, terlihat begitu senang setelah membuka HP. "Wah, ada yang sedang bahagia nih," tanya Wina.
4.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai hero lab 1718
Baca
+Pustaka
Kelabu

Kelabu

bisiknya pelan. Aku mengangguk-angguk sambil menaruh jari telunjukku di depan bibir. “Sst…oke, aman kapten,” jawabku mengerti dengan mengecilkan suaraku. Kami pun tertawa sebentar. Aku pun beranjak meraih tasku dan mengambil parfum di dalamnya. Dengan segera aku menyemprotkan parfum itu ke Leo. Segera saja Leo menutup hidung dan kedua matanya.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai hero lab 1718
Baca
+Pustaka
LUKA

LUKA

"AYAAAHHHHHHHHHHHHHH!!!!!!!!!" ****
87.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 261 kali sebagai hero lab 1718
Baca
+Pustaka
Lolos Dari Neraka

Lolos Dari Neraka

Baru saja hendak melawan, tanganku sudah langsung ditahan erat, sama sekali tak bisa bergerak. Kedua tanganku mencengkeram sprei sekuat tenaga, ujung jariku sampai memutih karena terlalu keras mencengkeram. Setiap otot tubuhku berusaha melawan, tapi aku tahu betul, semua itu sia-sia. Perlahan, harapanku pun larut dan benar-benar putus asa. Di tengah pandangan yang kabur, akhirnya aku kehilangan kesadaran sepenuhnya.
3.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai hero lab 1718
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status