Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Frekuensi Terlarang

Frekuensi Terlarang

Juan memejamkan mata, menikmati sensasi yang sudah enam bulan ia rindukan. ​"Dengar, Weaver," bisik Lilia. "Ada sebuah tempat yang tidak mereka ketahui. Ayahku membangun sebuah laboratorium rahasia di bawah Lembah Kabut, jauh di sisi timur pegunungan ini. Di sana terdapat sebuah teknologi yang disebut The Bio-Resonator." ​"Untuk apa?"
436 viewsKumpletoIdinagdag sa Library 11 Beses bilang hero laboratorium 1718
Read
+Library
Mafia's obsession

Mafia's obsession

Bogotá, Kolombia – Dua Hari Kemudian Di antara gemerlap kota dan bayangan gunung Andes, Leo berdiri di depan sebuah bangunan tua yang sudah tak terpakai. Dulunya rumah sakit jiwa, kini menjadi sarang rahasia laboratorium Forum. Tempat itu tercantum dalam data dari sistem Salvatore Vega. Aurora, mengenakan kacamata augmented reality, memindai struktur bangunan.
101.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 37 Beses bilang hero laboratorium 1718
Read
+Library
Tuan Muda Jenius

Tuan Muda Jenius

“Semua tetap siaga!” Pintu bangunan itu terbuka setelah Sbastian mengaturnya. Hanz terpana. Dia pun mengerling sambil berputar-putar di dalam laboratorium sains ini. Isi laboratorium yang begitu menakjubkan ini merupakan repsentasi dari data-data berharga milik CERN, ETH, FSB, dan Fadeyka.
9.938.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 850 Beses bilang hero laboratorium 1718
Read
+Library
Reality Reloaded

Reality Reloaded

"Kau baru saja membuka kotak pandora yang telah kami kunci selama sepuluh tahun. Namun, kau harus tahu, mengetahui kebenaran memiliki harga yang sangat mahal." Lampu laboratorium tiba-tiba berubah menjadi merah pekat, dan alarm peringatan mulai melengking. [Misi Utama Diperbarui: Sabotase Laboratorium Shadow!] [Tujuan: Hancurkan server pusat dan evakuasi sebelum penghancuran otomatis (5 menit).] [Hadiah: 3.000 XP]
1.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 38 Beses bilang hero laboratorium 1718
Read
+Library
Aduh Tak Tahan, Prof!

Aduh Tak Tahan, Prof!

Selene mengajak Hanna Laboratorium lama. Hanna tidak menyangka bahwa ruangan generasi-1 itu masih ada. Laboratorium yang sudah ditutup kurang lebih sepuluh tahun, namun tetap dijaga dengan protokol yang tidak pernah diperbarui—karena hanya orang-orang tertentu saja yang tahu keberadaannya. Dr. Selene berjalan di depan, mantel lab-nya melambai halus. “Jika kamu ingin bukti yang tidak bisa dimanipulasi Ryan,” ucapnya, “maka hanya modul kompatibilitas awal ini yang mampu membacanya tanpa filter sistem pemerintah.”
108.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 310 Beses bilang hero laboratorium 1718
Read
+Library
LORO

LORO

Sementara di ruangan lain yang masih menyatu dengan kamar Arum, ada genangan darah yang masih begitu basah tercetak di atas lantai yang dingin, juga bantal karakter bergambar permen lolipop warna-warni yang juga tergeletak di atas lantai dekat pintu yang terbuka. Di atas meja masih ada sekotak steak yang sudah lama mendingin juga salad yang masih dalam kotaknya. Di ujung salah satu meja ada tiga helai rambut yang diam membisu tak jatuh meski terkadang ada angin yang menyapa untaian halusnya.
9.79.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 257 Beses bilang hero laboratorium 1718
Read
+Library
LORO

LORO

Akal sehatnya mulai berperang dengan kesimpulan teraneh yang ia pikirkan. "Kau... yang berbicara padaku?" "Uhm. Aku lumba-lumba yang menolongmu." Akal sehat Zahra tertampar jawaban hewan mamalia laut berwarna abu-abu cerah tidak berbentuk wujud manusia jadi-jadian apalagi robot buatan. Lumba-lumba baik hati membawa Zahra ke pesisir pantai. Lembayung pohon kelapa mulai melambai mengajak mereka mendekat. Namun sayang, lumba-lumba itu bukan siluman hewan yang mampu berubah wujud demi menemani perjalanan Zahra.
104.1K viewsOn holdIdinagdag sa Library 114 Beses bilang hero laboratorium 1718
Read
+Library
Sentuhan Pembalasan

Sentuhan Pembalasan

Ia melompat ke dalam lubang lift, meluncur turun dengan kabel baja hingga ke level basement terdalam—sebuah fasilitas rahasia yang tersembunyi ratusan meter di bawah fondasi kota Zurich. Di bawah sana, suasana berubah drastis. Dinding marmer berganti dengan kaca temper dan baja kromium yang steril. Ini adalah laboratorium The Hive. Ratusan layar monitor menampilkan data biometrik yang terus berdenyut. Dan di tengah ruangan yang dikelilingi oleh dinding kaca transparan, Valerie terikat di sebuah kursi logam.
101.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 29 Beses bilang hero laboratorium 1718
Read
+Library
Kultivator Jiwa Modern

Kultivator Jiwa Modern

suara Arven akhirnya terdengar, dingin, “ceritakan padaku sekali lagi… apa yang kalian lihat di Zenith.” Bara menatapnya tenang. “Kami menemukan laboratorium bawah tanah. Profesor Delta membuat pil yang memicu kecemasan dan amarah. Tujuannya jelas: melemahkan para Master Jiwa. Fragmen merah ada di inti mesin itu.” Arven mengetuk meja kecil di depannya. “Dan kalian menghancurkan laboratorium itu?” Gerry mendengus. “Kami bukan cuma menghancurkan. Aku yang meremukkan semua drone perang mereka! Kalau bukan aku..”
1.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 42 Beses bilang hero laboratorium 1718
Read
+Library
Residen Rahasia Sang Dokter Pewaris

Residen Rahasia Sang Dokter Pewaris

Ia menatap ke sekeliling kamar kontrakan yang kumuh itu untuk terakhir kalinya dengan senyum kemenangan yang sangat mengerikan. Waktu telah melewati pukul dua dini hari ketika keheningan yang pekat menyelimuti laboratorium simulasi bedah saraf Heidelberg Universitätsklinikum. Di dalam ruangan berukuran luas yang remang-remang itu, hanya ada satu meja simulasi yang menyala terang di bawah pendaran lampu bedah hidrolik. Sebuah manekin anatomis bersensor digital tergeleng pasrah di atas meja, menjadi objek pertarungan mental bagi dua orang manusia yang masih terjaga. "Gerakan tanganmu kurang ke lateral dua derajat, Lily," suara bariton Leon Kahnwald memecah keheningan, terdengar berat namun san
1019.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 721 Beses bilang hero laboratorium 1718
Read
+Library
PREV
123
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status