Istri Super Jorok
tanyaku, karena jika kulihat, wajah yang mulai berkerut itu tampak tertekan.
"Aku berusaha untuk bahagia. Mungkin karena hukuman Tuhan, aku tak lagi mampu menunaikan kewajiban sebagai seorang suami, jika dengan uang membuat Mawar bahagia, aku akan memberinya. Karena aku tak punya siapa-siapa lagi."
"Hidup adalah pilihan, Pak. Dan menurutku, Bapak memilih jalan yang salah."
"Kau benar, tapi sudah terlanjur untuk berbalik, aku mencintainya."