Candu Dekapan Kakak Ipar
Ia melangkah mendekat, kini berdiri tepat di hadapan Radja.
“Dan kamu …,” bisiknya pelan, namun menusuk, “Yang milih siapa yang harus hidup.”
Rahang Radja mengeras. “Itu keputusan yang harus diambil,” jawabnya tegas. “Dan saya tidak akan menyesal memilih kamu.”
“Ya,” sahut Djiwa cepat. “Karena yang kamu selamatkan, sebenarnya adalah perasaan diri kamu sendiri.”