Rawi, Sang Jejaka Super
“Maaf, Bu. Maaf, Pak. Aku mengambil keputusan yang berbeda. Awalnya aku sempat ragu dan akan melupakan semua hal tentang kekuatan yang muncul ini. Namun, kedatangan Pakdhe Surya memberi aku harapan.”
“Harapan? Harapan apa? Kamu jadi jagoan begitu? Kamu jadi superhero? Apa yang ada di dalam pikiranmu Rawi?” Bapak ikut sedih.
“Harapan bahwa aku bisa menjadi pribadi yang lebih baik, yang lebih berguna untuk keluarga kita, untuk masyarakat, dan kalau Tuhan menghendaki, untuk negara dan bangsa ini.”
“Jangan melambungkan angan terlalu tinggi. Kalau semua itu tidak terwujud itu akan menambah rasa sakit kedua orang tuamu ini, Nak,” kata Bu Krisan timbul tenggelam dalam tangis yang menderas.
Bab Populer