Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
FATED

FATED

“Ehm, dia baru saja pulang.” Hera langsung mendecakkan lidahnya sebal. Sambil masih menggulung-gulung rambutnya yang sudah menjadi ciri khasnya itu, ia melihat ke arah ponselnya. “Bukankah aku sudah menyuruhnya untuk menungguku?” gumamnya sebal. “Apa kau berniat untuk bertemu dengannya?” “Aku mengajaknya untuk pergi ke kafe bersama. Tapi, ia tidak membaca pesanku.”
104.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 121 Beses bilang him her untuk siapa
Read
+Library
Cinta Diam-Diam Sang Bos

Cinta Diam-Diam Sang Bos

godaku balik. "Apa aku harus cemburu?" "Mungkin." Dia senyum nakal. "Sekar, kamu belum kasih nomor ponsel kamu ke aku." "Kenapa aku harus kasih?" tanyaku sambil senyum. "Soalnya kita sekarang teman," kata Heru, lalu matanya terpaku ke sebuah atasan ketat model terusan renda putih yang dipajang. "Wow, itu cantik banget!"
9.840.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.2K Beses bilang him her untuk siapa
Read
+Library
Tokyo Love Letter - Hibiki

Tokyo Love Letter - Hibiki

“Oooh… Akari-chan!” Sakura diam. Siapa gadis ini? Kenapa dia mengenal Heri? Dan kenapa… dia terlihat begitu akrab? Di hadapannya kini… seolah ada sisi dari Heri yang belum dia ketahui. ***
1.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 30 Beses bilang him her untuk siapa
Read
+Library
Terjerat Hasrat CEO

Terjerat Hasrat CEO

Tetapi yang jauh lebih membahagiakan adalah ia bisa satu kantor dengan lelaki idamannya bernama Rey. "Ya, memang aku tidak butuh mangsa. Mangsaku hanya Rey," ujar Hera begitu bangga. "That's it. Makanya malam ini harus dirayakan," “Yuhuuu,” Sudah beberapa waktu berlalu, Hera menunggu kedua sahabatnya berdandan. Hera sendiri tak perlu memoles dirinya terlalu berlebihan. Ia bisa pastikan jika dirinya masih jauh lebih mempesona malam ini dibanding kedua sahabatnya.
3.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 123 Beses bilang him her untuk siapa
Read
+Library
Tolong, Cintai Aku!

Tolong, Cintai Aku!

“Teman pria Artemis … adalah pria yang kusukai.” Mulut Mbak Hera langsung menganga. Sedetik kemudian, dia mengatupkannya kembali sebelum bertanya, “Serius?” Aku mengangguk lemah. “Ya Tuhan, kebetulan macam apa ini? Kenapa dari sekian banyak kemungkinan, justru ini yang terjadi pada kalian?” “Entahlah. Apa memang sudah nasibku harus bersaing dengan Artemis seumur hidup, lalu kalah darinya dengan begitu mudah?”
101.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 50 Beses bilang him her untuk siapa
Read
+Library
Ternyata Mencintai Anak Pemilik Mal

Ternyata Mencintai Anak Pemilik Mal

Tapi Mentari merasa tidak asing dengan wanita itu. "Kamu Mentari?" Wanita itu membuka mulutnya memandang Mentari. Tatapan sedih terlihat jelas di wajahnya. "Ya, aku Mentari. Mbak siapa? Apa pernah bertemu?" Mentari masih mencoba mengingat-ingat. "Aku Hera. Kita memang tidak pernah bertemu. Tapi aku rasa kamu tahu aku." Wanita itu bicara dengan mata sendu. Oh, tidak! Kenapa Mentari bisa lupa? Dia melihat Hera hari itu di mal. Waktu itu dia datang dan Lusia juga dengannya.
108.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 278 Beses bilang him her untuk siapa
Read
+Library
Istri Cantik Pilihan Mamaku

Istri Cantik Pilihan Mamaku

Hingga bisa leluasa mengenalkan wanita yang bersamanya itu pada Alea. “Ahaha, nanti saya minta Embak siapin makan malam khusus untuk Pak Nadhim” masih Hera berkata. Sebenarnya dia ingin menanyakan siapa wanita itu tapi belum menemukan sela pembicaraan. Jadinya dia merasa obrolannya sedikit receh. Bahkan terkesan menyinggung Nadhim seolah datang hanya ingin makan malam saja. Hamid sudah menyenggol kakinya untuk mengingatkan.
1056.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.1K Beses bilang him her untuk siapa
Read
+Library
Dua Lelaki dalam Hidupku

Dua Lelaki dalam Hidupku

Boss tampan yang selama ini selalu menjadi temannya, tempat Hera berbagi suka dan duka, juga tempat Mentari mencurahkan sikap manjanya pada sosok ayah yang belum pernah ia temui. Iren menghela napas lega setelah mendengar ucapan Hera. “Syukurlah. Aku senang mendengarnya. Tuhan pasti akan mempertemukanmu dengan orang yang baik, Hera. Dia tidak akan membiarkanmu sendirian,” ujar Iren balas menggenggam tangan Hera dengan erat. Hera mengangguk sembari menyelipkan rambutnya ke belakang telinga. Lalu ia melempar senyum kecil.
109.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 298 Beses bilang him her untuk siapa
Read
+Library
Rahim Pengganti

Rahim Pengganti

panggil Heru “Untuk apa kamu datang kemari lagi? Apakah kamu belum puas menyakiti cucu saya? Apakah kamu belum puas menyakiti anak saya?” “Maaf Uti ,” ucap Heru pelan “Dengar Heru! Aku sudah bukan mertua kamu lagi dan kamu bukan menantu saya!” seru perempuan tua di hadapannya.
107.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 180 Beses bilang him her untuk siapa
Read
+Library
Belitan Obsesi Presdir Dingin

Belitan Obsesi Presdir Dingin

Ia tidak mau hal itu kembali terjadi. “Max...” Seorang perempuan cantik dengan pakaian seksi terlihat di bagian dadanya yang rendah menyapa dirinya. Max pun menoleh dan hanya mengerutkan keningnya tanpa suara. “Kamu lupa sama aku, Max?” lanjutnya. “Siapa?” tanya Max dingin. “Aku Hera. Teman kuliah kamu dulu loh..” Max mengangkat sebelah alisnya. ”Oh.."
1016.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 347 Beses bilang him her untuk siapa
Ipakita ang mga Review (4)
Read
+Library
Iin Romita
Keren thur ceritanya ... Ah ... saat-saat yg ku tunggu tentang pernikahan Max dan Valle ... Jangan lupa kasih adegan ehem-ehem ya thur tiap part-nya... Semangat berkarya... cerita seru,, ngalir kek air mengalir... Suka banget sama gaya bahasanya yang santai...
Amalia
Aku bayangin saat Max membawa buket bunga untuk diberikan pada Valerie itu wajahnya seperti apa. Kaku, dingin gitu gerogi gak ya. terus juga pas dia mengulurkan tangannya tanpa senyum di wajahnya ehh salting sendiri aku... sayang sekali pernikahannya tiba-tiba. Thor kau berhasil mengaduk-aduk hatiku
Basahin ang Lahat ng Review
PREV
123456
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status