Raina
“Yaudah, gue ke depan lagi.”
“Nong?” Aku mengejar Ghina dengan langkah lebar sebelum Ghina membuka pintu.
Ia berbalik dengan wajah kesal. “Apa?”
“Lo kecewa?”
Terdengar hembusan napas kasar dari Ghina. Ia berbalik badan, melangkah lebar menuju ke arahku dan langsung memelukku dengan erat. “Lo sahabat paling bodoh yang gue miliki. Tapi gue sayang sama lo, Rain. Gue juga pengin lihat lo bahagia. Dan rasa kecewa gue gak ada artinya karena semuanya udah terjadi dan waktu gak bakal bisa berputar mundur. Gue cuma bisa dukung lo. Apapun yang akan terjadi ke depannya, serapuh apapun lo nanti, lo harus tahu kalau pintu rumah gue akan selalu terbuka buat lo.”
인기 회차