Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Terjerat Pesona Antagonis

Terjerat Pesona Antagonis

Hanya itu barang-barang mereka. Edgar lebih dulu duduk dan menyeruput chamomile tea hangat di cangkir miliknya. Aroma bunga yang samar dan rasa teh yang lembut membuat tenggorokan Edgar lebih lega, perutnya juga terasa hangat dan nyaman. Sepertinya ia mengerti mengapa Kaluna lebih suka meminum teh hangat dipagi hari daripada kopi.
103.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 137 kali sebagai hot tea
Baca
+Pustaka
Ibu Bayaran Anak Bos Tampan

Ibu Bayaran Anak Bos Tampan

Asap putih tipis mengepul dari gelas. “Ibu buatkan teh jahe panas. Akhir-akhir ini cuaca lagi nggak bagus.” Perempuan paruh baya itu lantas mengulurkan gelas yang dibawanya ke arah Nara. Rasa hangat seketika menjalar di telapak tangan Nara begitu ia menerima gelas tersebut. Ia meniup dua kali, lalu meminumnya. Rasa hangat kini memenuhi mulut, kemudian perlahan mengalir ke perut. Kehangatan yang mampu meredakan hawa dingin yang sejak tadi ia rasakan.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai hot tea
Baca
+Pustaka
The Cursed Journey Of Zhura

The Cursed Journey Of Zhura

Cahaya dari nyala api di tengah membuat semua orang menjadi merah. "Apa ini?" Zhura mencium minuman di gelasnya, terasa hangat dengan aroma kelapa. "Jangan khawatir, itu bukan anggur." Kakek Maral menjawabnya, "Ini adalah minuman khas suku Wiyyam. Namanya teh Wafaa, kami biasa meminumnya di hari-hari tertentu. Bisa juga sebagai minuman musim dingin. Bahannya adalah rebusan jagung manis yang dicampur dengan kapulaga, jahe, cengkih dan juga santan. Terkadang kita menambahkan madu untuk mengurangi kepedasannya. Cobalah, ini enak."
10.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 334 kali sebagai hot tea
Baca
+Pustaka
Broken Vessel

Broken Vessel

Aku meneguk cairan hangat berwarna cokelat transparan hingga habis tak bersisa setetes pun. Kuletakkan cangkir itu ke atas meja dan menghela napas melepaskan penat. Meminum teh hangat di kala stress memang sangat ampuh dalam meringankan beban pikiran. "Merasa mendingan sekarang?" tanya pria berambut merah jambu itu lalu menghabiskan teh hitam di cangkirnya. Kuanggukkan kepalaku untuk menjawab pertanyaannya.
109.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 336 kali sebagai hot tea
Baca
+Pustaka
Pernikahan Dadakan: Gadis Bisu Pemenang Hati Presdir

Pernikahan Dadakan: Gadis Bisu Pemenang Hati Presdir

Seorang sekretaris berseragam membawakan dua cangkir teh panas. Cangkir porselen putih itu tidak ada motif apa pun. Di dalam air mendidih, daun teh baru tahun ini berputar-putar. Aroma tehnya yang harum menyebar hingga ke hidung Easton. Dengan sopan, Easton mengangkat cangkir, menyingkirkan buih dengan tutupnya, lalu menyeruput perlahan. Meskipun panas, matanya tidak berkedip sedikit pun.
9.9107.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai hot tea
Tampilkan Ulasan (37)
Baca
+Pustaka
Weneedta
Hai, mampir yuk ke cerita aku sambil nunggu update buku ini. Judulnya "Antara Kamu dan Putraku. Kisah seorang wanita menikah 30an yg tergoda dengan pria muda pelatih basket putranya. Ceritanya relate dgn kehidupan sehari-hari. Ditunggu ya. Makasih ^_^
Ennn Ne
ini novel saduran kan? potong dikit ceritanya boleh dong thor. soalnya di sinopsis 3 tahun menikah Maggie kehilangan bayinya, trus pergi. bisa sampe ribuan ini bab soalnya nikah baru bentar kan. lagian ceritanya juga cuma ngejahatin Maggie mulu. bosen thor FL dibuat menderita terus.
Baca Semua Ulasan
Lelaki Berengsek Yang Ternyata Ku Cinta

Lelaki Berengsek Yang Ternyata Ku Cinta

Beberapa menit kemudian di dalam rumah. “Elo minum dulu,” persilah Rheiga sambil menyodorkan secangkir teh hangat yang baru dia seduh untuk sahabatnya yang nampak kacau ini. Kenapa teh hangat yang dia suguhkan? Karena dia tahu betul sahabatnya ini tidak menyukai kopi, hanya sesekali menghirup minuman yang namanya kopi ketika kondisi memaksanya, misal ketika harus menemani tamu dan kolega-koleganya, dan itupun adalah kopi susu yang bisa di bilang bukan kopi yang sebenarnya.
1019.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 604 kali sebagai hot tea
Baca
+Pustaka
Take Me Back to Switzerland

Take Me Back to Switzerland

Mandi menggunakan air hangat sangat membuat tubuhnya yang tadinya kelelahan merasa menjadi lebih baik dan rileks. Marsha sendiri sudah berusaha untuk membangunkan sahabatnya yang masih terlelap dengan nyenyak di atas ranjang kasur. Memang dasarnya seperti kebo dan susah dibangunkan, Lia masih tidak bergeming ketika Marsha menggoyahkan tubuhnya. Marsha pun akhirnya menyerah untuk membangunkan Lia. Ia beralih menuju ke meja kecil untuk membuat minuman hangat di pagi hari. Terdapat beberapa jenis minuman instan di meja tersebut seperti kopi, teh, dan susu. Marsha pun akhirnya memilih untuk membuat teh manis hangat di pagi hari yang dingin ini.
107.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 199 kali sebagai hot tea
Baca
+Pustaka
Tuan Pewaris, Nyonya Memilih Pergi

Tuan Pewaris, Nyonya Memilih Pergi

Namun, gelas di tangannya bukanlah air es lemon yang diminta oleh Henry, melainkan teh herbal. Dengan hati-hati tangannya menaruh gelas itu di atas meja. Melihat itu kening Henry berkerut. Itu bukan minuman yang dia inginkan, untuk apa Eva membawanya? “Teh?” Matanya menatap Eva, seolah meminta penjelasan. Meski tanpa banyak kata, wajahnya terlihat jelas melayangkan protes. Eva mengangguk cepat. “Ya … aku membuatkan teh chamomile untukmu. Katanya ini bisa menenangkan perut.”
1078.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai hot tea
Baca
+Pustaka
Triplet Rahasia: Paman, Beraninya Melupakan Mommy!

Triplet Rahasia: Paman, Beraninya Melupakan Mommy!

Tamara masih tetap di tempat tidur, tapi dia terlihat ingin muntah beberapa kali sebelum akhirnya dia kembali tenang. “Minuman apa ini? Kau membuatnya dari apa?” tanya Tamara benar-benar merasa terganggu dengan kehadiran aroma teh ini. “Ini teh chamomile, teh kesukaanmu, Amore.” “Ha? Kenapa baunya seperti ini?” “Memangnya baunya seperti apa?” Trevor yang terheran-heran sedari tadi pun menghirupi aroma teh itu. “Sama saja seperti biasa. Sama harumnya,” ujarnya lagi berusaha meyakinkan Tamara.
10285.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.7K kali sebagai hot tea
Baca
+Pustaka
I Hate U, Boss

I Hate U, Boss

Liora kembali masuk dengan nampan berisi secangkit teh. "Tehnya, Pak," kata Liora dengan menaruh cangkir di meja. Kembali Kenan menyeruput teh itu. "Akh ... teh ini panas sekali. Kamu membuat lidahku terbakar. Aku bilang teh hangat bukan teh panas." "Maaf, Pak. Saya tidak sengaja," ucap Liora lirih. "Ganti! Buatkan aku jus dingin saja. Cuaca hari ini panas," perintah Kenan.
106.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 196 kali sebagai hot tea
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status