Jatah Bulanan Ibu Mertuaku
Aku canggung untuk masuk, satu orang yang kubenci, satu lagi orang yang kucinta.
Ibu menggeleng dan menolak membuka mulutnya lagi, Mas Pamuji pun menyerah, mungkin ibu belum lapar. Di saat itulah kuketuk pintu, kemudian masuk.
"Assalamualaikum," salamku.
"Hagh ...!" Seketika ibu berteriak melihat kedatanganku.
"Ampun Sekar! Ampun!" Ibu menunduk, matanya menyiratkan ketakutan yang teramat besar ketika melihatku. Ibu mendorong tubuhnya yang kurus ke tepi ranjang menjauhiku.