Budak Kesayangan Sang Tiran
Masa lalu mereka yang penuh perjuangan, masa kini yang indah, dan masa depan yang menanti dengan segala janjinya.
Xylas bergerak perlahan, seperti ombak yang datang dan pergi di pantai berpasir putih. Setiap dorongan adalah puisi, setiap desahan adalah syair, setiap tatapan adalah bait yang tak terucapkan. Dia ingin malam ini abadi, ingin waktu berhenti berputar, ingin terus berada di sini, di dalam kehangatan istrinya, selamanya.
“Lyra …” bisiknya, suaranya serak oleh emosi. Namanya keluar seperti doa, seperti mantra, seperti pengakuan paling suci yang pernah dia ucapkan.