Alegoria
Pernyataan itu, entah bagaimana, membuat dirinya lega.
Menjelang pagi, langit mulai menyiratkan warna kebiru-biruan tua meski gelapnya masih tertahan oleh sebagian semburat hitam. Subuh yang sempurna. Hujan yang telah berhenti sejak semalam kembali berdengung dan menjatuhi bumi dengan rintik-rintik. Bau tanah menyeruak, harum tanah basah. Hawa dingin merangsek, tersambar-sambar angin pagi. Gavin menarik selimutnya lebih erat. Setelah sekian lama terjaga, akhirnya hujan membawa pikirannya hanyut, membuat matanya terasa berat. Pada suatu titik, ketika deru kendaraan mulai bersiul menyaingi suara hujan dan lonceng-lonceng gereja berdentang di ujung seberang, Gavin baru benar-benar bisa berkelan
Hot Chapters