Klandestin
Dia sedari tadi hanya menyimak padahal biasanya yang paling banyak omong.
"Tumben lo diem?" Tirta bertanya, takut kalau temannya ini kemasukan roh halus.
Harsa mendekati Tirta, ia menunduk mendekatkan bibirnya pada telinga Tirta.
"Gue kok masih gak paham ya, padahal udah nerapin yang biasa elo lakuin. Jangan-jangan lo beneran keturunan cenayang, Tir," bisik Harsa. Ia rasa sudah benar caranya, diam, amati, lalu ambil kesimpulan tapi bukannya mendapat jawaban. Yang ada malah seperti benang kusut tidak dapat diurai. Kelihatannya Tirta mudah sekali untuk tahu.
Hot Chapters