Mas Duda Nyebelin
Arta menelan ludah dan menggaruk tengkuk nya gelisah, "Ya.. Gue cinta sama lo dari dulu, Ra. Cuma gue mau nunggu lo lulus dulu, tapi denger Adelio ngomong begitu gue jadi gak bisa diam aja. Lo harus tau kalau lo gak serendah yang diri lo sendiri kira, lo pantes buat di cintai oleh siapa pun, Ra, termasuk gue."
Heera menggelengkan kepalanya, tolong, ia belum siap dengan semua ini!!!
"Tapi, Ar..."
"Gue gak maksa lo buat pacaran kok, Ra. Gue cuma pengen lo tau kalau kemustahilan yang lo kira itu gak ada. Karena kenyataannya buat jatuh cinta ke lo itu hal yang mudah, Ra." sela Arta sambil tersenyum manis.
Heera menundukan pandangannya, menyembunyikan senyum yang berhasil Arta pancing.
Sikat na Kabanata