Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Lie of Life

Lie of Life

“Ayo, Ma, Pa, kita pulang.” “Daren, aku minta maaf karena sudah menolak kamu, tetapi ini karena pilihanku sendiri. Bukan karena orang lain, apalagi … astaga, Daren, aku nggak mungkin selingkuh.” Nia berusaha menjelaskan kegundahan hatinya pada Daren, ia tak ingin dituduh selingkuh.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai i lied
Baca
+Pustaka
COWOK BERMATA DINGIN

COWOK BERMATA DINGIN

tapi Kak Adit masih tertidur dan kepalaku juga masih terasa pening, akhirnya aku juga kembali tertidur dan tidak ingat apa-apa lagi. Sejak kejadian itu, aku mulai berbohong kepada Papa dan Mama. Aku katakan bahwa malam itu aku terpaksa menginap di kosan Indri karena motor ku tiba-tiba mogok tidak mau jalan. Aku juga berbohong kepada Indri dan Lenny kalau aku pernah menginap di tempat asing berdua dengan Kak Adit. Aku mulai berbohong karena aku masih tidak merasa yakin bahwa kejadian itu benar-benar telah menimpaku. Dan aku mulai berbohong kepada diri ku sendiri bahwa aku baik-baik saja dengan keadaan ini. Aku takut untuk bercerita kepada siapa pun. Aku masih semester satu dan aku masih berus
104.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 165 kali sebagai i lied
Baca
+Pustaka
Kamu Menidurinya?

Kamu Menidurinya?

“Kamu tidak bisa dihubungi! Sudahku telfon tidak kamu angkat! Lalu pulang telat. Lembur lagi, huh?!” Fahmi mencari alasan. “Maaf. Ponselku mati. Aku benar-benar lembur, sayang,” jawab Fahmi meyakinkan. “Really?!” “Ya. Aku tidak berbohong padamu,” balasnya cepat. “Sudah jangan dipikirkan. Lebih baik kita tidur sekarang.” Fahmi lari dari topik pembicaraan. Misella tidak percaya. Yakin kalau Fahmi berbohong padanya. Huh. Misella menahan kesabaran untuk bertanya lebih banyak. Dia akan bertanya lagi besok pagi.
9.4181.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.8K kali sebagai i lied
Baca
+Pustaka
Fake Identity

Fake Identity

Ilona berpikir, dia melihat Ziyan begitu menjiwai perannya sebagai pacar bohongan di depan ibunya. "Emm, gimana ya Yan. Aku tau kamu baik, tapi kan..kita cuma bohongan!" bisik Ilona mendekat. Ziyan tersenyum, dia berbisik juga. "Trus maunya gimana? Mau jadi pacar beneran? Apa aku harus ngaku aja ke mamamu kalau kita pura-pura? Hemm...?" bisik Ziyan. "Emmm...Hahaha. Kayanya jangan deh!"
105.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 168 kali sebagai i lied
Baca
+Pustaka
Istrimu, Bukan Kekasihmu

Istrimu, Bukan Kekasihmu

“Bilang aja kalo lo pasti kangen sama gue kan Ai? ngaku aja sama gue.” “Najis!” Jawabku cepat. “I know you lie.” “I’m telling the truth!” Sahutku penuh semangat. “Lie is a sin, Ailuna, just admit it.” Aku merasa mulai lelah merespon ketidakjelasan Barram.
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai i lied
Baca
+Pustaka
A Perfect Liar

A Perfect Liar

21 Desember 2022 Matanya tak berhenti menangis namun bibirnya selalu berusaha mengukir senyuman. Terlihat suatu penyesalan yang mendalam dalam raut mukanya, namun senyumnya palsu. Bicaranya kacau, meracau kesana kemari menepis segala perasaan dan keinginan dalam hatinya. Lalu ia berbisik “ Ardi, kamu berhak bahagia. Kamu layak mendapatkan sosok yang bukan aku. kamu tak perlu ikut jatuh dalam dunia hitamku”
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai i lied
Baca
+Pustaka
LOVE and LIE

LOVE and LIE

Hatinya dipenuhi rasa bimbang, antara jujur atau bohong. Namun, pada akhirnya kejujuran lah yang dia pilih. Dia masih ingat dengan jelas, Aara tidak meminta sesuatu yang aneh saat lamaran dulu. Sang istri hanya meminta kejujurannya. "Aku mau ke rumah Kirana, barusan dia telepon tapi gak bicara apa-apa. Dia hanya menangis saja." Aara tersenyum kecil, untuk menutupi rasa nyeri yang tiba-tiba hadir di hatinya. Kirana? Kenapa harus wanita itu lagi?
1018.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 377 kali sebagai i lied
Baca
+Pustaka
Diam-Diam Jatuh Cinta

Diam-Diam Jatuh Cinta

“Udah ya, La, yang penting aku udah jujur sama kamu. Aku nggak mau white lies. Aku mau nggak ada satu hal pun yang disembunyiin dari kamu.” “Udah kebukti kan kalau dia cinta sama kamu?” Zola masih jengkel. “Terus apa lagi yang kamu belum bilang ke aku? Kalian udah ngapain aja dulu?” “Nggak usah bahas yang udah lewat, La.” “Katanya mau jujur dan nggak mau white lies!” Aku menghela nafas dalam-dalam. Apa keputusanku tadi untuk berterus terang adalah tindakan yang kurang tepat?
9.728.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai i lied
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status