Pembantu Pemuas Nafsu Sang Majikan
Aroma parfum Jason yang kuat memenuhi ruang sempit itu, mencampur dengan debaran jantung Ariana yang kian kacau.
Jason masuk dari sisi pengemudi lalu menutup pintu dengan dentuman keras. Sejenak hanya ada keheningan, kecuali napas mereka yang terdengar berat. Tatapan Jason mengunci Ariana, sorot matanya tajam, penuh kepemilikan.
“Kau akan jadi milikku, Ariana. Hanya milikku,” ucapnya rendah tapi tegas, seperti sumpah yang tak bisa ditarik kembali.