Ide Gila Bapak!
Bagaimana tidak membuatku kepikiran, kalau mimpi itu datangnya dari Ibumu Emir!
Emir meraih satu gelas di meja kecil, begitu telaten memberiku minum. Dan saat air itu membasahi tenggorokan, rasa kaget itu berlangsung membaik meski tak bisa sepenuhnya.
"Aku ... mimpi Ibu," ucapku, memilih jujur.
"Ibu? Ibu siapa maksudmu, Sayang?"
"Ibumu, Emir. Mertuaku," kataku, yang membuatnya terhenyak. Namun, diganti dengan senyum getir.
Hot Chapters