CEO ITU AYAH ANAKKU
Faint hanya berkata…
“Pulanglah dengan langit di matamu yang lebih terang.
Aku akan menunggu mu di galeri,tempat pertama kali kita bertengkar.
Aku ingat benar warna abu-abu kesukaanmu. Warna kelam yang kamu bilang sendu, dan aku suka itu sekarang. “
Nayara tertawa lalu memeluknya sebentar.
“Tunggu aku! Jangan rubah ruang baca yang sudah kita buat menjadi ruang game ya…!”
Dengan langkah ringan, Nayara melangkah. Dia pergi menuju langkah yang baru, seni yang berbeda, dan langit yang lain, Yang belum tentu lebih indah, tapi pasti menjanjikan lebih terang,dari langit sebelum nya.
Bab Populer