Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Hasrat Terpendam Papa Tiriku

Hasrat Terpendam Papa Tiriku

Airmata keharuan mengalir di pipi sang Ibu. Tak lama, tangan Ibra menjangkau tangan Adrian, genggaman mereka erat namun gemetar. Dua pasang mata bertemu, memancarkan gelisah yang sama. Mereka mengambil napas dalam secara bersamaan, seolah mengumpulkan seluruh keberanian yang ada. Dan dengan suara yang tiba-tiba mantap, Ibra menyuarakan kalimat ijab. Adrian merasakan tekanan lembut di tangannya, sebuah isyarat kecil dari Ibra, memintanya untuk mengucapkan kalimat kabulnya.
10100.6K viewsOngoingAdded to Library 2.4K Times as ib'ad lirik
Read
+Library
Aku Menyerah, Mas!

Aku Menyerah, Mas!

Astaghfirullah robbal baroya Astaghfirullah minal khotoya Astaghfirullah robbal baroya Astaghfirullah minal khotoya Robbi zidni i'lman nafia' Wawafiqni a'malan maqbula Wahabli rizqon wasia' Watub a'laina taubatan nasukha Watub a'laina taubatan nasukha Kusenandungkan istigfar, sebab hanya itu yang aku hafal karena sering mendengar lagu itu diputar di televisi atau di musala setelah sang Muazin mengumandangkan azan. Kuusap puncak kepala Kanaya dengan penuh kelembutan, mata ini tidak lepas dari wajahnya yang tetap terlihat cantik meski memucat. Suara ponsel yang tergeletak di sebelah tubuh istri tiba-tiba bergetar, ada panggilan video masuk dari Arimbi—sahabat kanaya. Buru-buru menggeser tombol
1098.5K viewsCompletedAdded to Library 2.5K Times as ib'ad lirik
Read
+Library
Iblis Jatuh Cinta

Iblis Jatuh Cinta

"Saya akan menuruti se-segala perintah Anda. Saya mohon, tolong berhenti melakukan hal ini pada saya! Saya su-sudah tak mampu lagi me-menahan rasa sakitnya." Kiara sudah tak tahan lagi. Permainan Ray semakin menggila. Ini bukan manusia kerasukkan setan ataupun iblis. Ray adalah wujud nyata dari iblis itu sendiri. Ray adalah iblis yang menjelma menjadi manusia. "Wajah yang manis. Katakan sekali lagi, Kiara! Katakan jika hanya aku yang boleh membuatmu menangis!" Pinta Ray. "Ha-hanya Tuan Ray yang bo-boleh membuat saya menangis. Saya ti-tidak akan menangisi orang lain selain Anda." Kata Kiara.
1019.1K viewsOngoingAdded to Library 495 Times as ib'ad lirik
Show Reviews (15)
Read
+Library
Sata Erizawa
update bab berjudul 'annoyed', itu salah update ya.. harusnya itu di chapter 30 lebih.. malah keupdate karena salah atur waktu... maaf, maaf buat yg udah klik dan kehilangan poin 🍁 lain kali akan lebih berhati-hati
KSATRIA PENGEMBARA
Numpang promo y thor KSATRIA PENGEMBARA. Seorang pendekar dari Jawa Dwipa yang mengembara keseluruh penjuru dunia untuk menempa kekuatan dalam pertarungan dengan para pendekar hebat dari semua penjuru negara. Pastinya kisah ini akan sangat menarik untuk diikuti. Jangan lupa mampir y. T'Kasih
Read All Reviews
Kabur Saat Masa Iddah

Kabur Saat Masa Iddah

Jika dia mengenaliku dan tahu siapa aku, seharusnya dia juga tahu Papa sudah memiliki Mama dan kami! “Kutanya, kamu siapanya papaku? Dan apa kamu tengah hamil anak papaku sekarang?” Tanyaku bertubi-tubi. Wanita itu malah terdiam, sambil mengusap perutnya yang buncit. Segelintir guru yang ada di sana berhenti menegurku untuk pergi, mereka malah menonton debat sepihak di antara kami karena yang kubahas mungkin menarik di telinga mereka. Berarti aku menyusup bukan tanpa alasan. “Kutanya kamu siapanya Famdian Ibraed!?” Aku mulai menjerit. Air mata yang tadi kutahan mati-matian mulai berjatuhan.
2.9K viewsOngoingAdded to Library 97 Times as ib'ad lirik
Read
+Library
Imamku dari Seoul

Imamku dari Seoul

Shin mengurut-urut keningnya karena pusing mendengar keributan antara sopir dan adik iparnya. Sabiya memukul pelan lengan Idris, "Apa, sih, Id?! Jangan gitu, ah." "Pak sopir ini bikin kesal, Kak! Aku mau lagu yang aku suka!" protes Idris yang sengaja memanas-manasi suasana. Kini giliran Shin yang menekan tombol putar lagu. Surah Al-Waqi'ah… بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
102.6K viewsOngoingAdded to Library 63 Times as ib'ad lirik
Read
+Library
Ibu, Jangan Tinggalkan Kami

Ibu, Jangan Tinggalkan Kami

"Mbak Sinar, apa surga masih di telapak kaki Ibu kita?" "Apa maksudmu, Randu?" Aku balik bertanya. "Karena aku nggak akan pernah memaafkan Ibu, Mbak ...."
103.1K viewsOngoingAdded to Library 74 Times as ib'ad lirik
Read
+Library
Ide Gila Bapak!

Ide Gila Bapak!

Allahu Akbar! Ibu bahkan sampai memelukku erat. Mengucap kata maaf, karena sempat tidak percaya akan apa yang kukatakan tentang bisikan. Seharusnya tugas Ibu sudah usai, karena toh kami sudah mengetahui semua. "Belum! Misiku belum selesai, nyawa harus dibayar dengan nyawa!" "Astagfirullah!" Aku melompat memeluk Ibu, ternyata arwah itu sampai juga di rumah Bapak. Ya Allah aku harus bagaimana?
3.1K viewsOngoingAdded to Library 86 Times as ib'ad lirik
Read
+Library
Kesempatan Kedua? (Aku, Kau dan Rahasia)

Kesempatan Kedua? (Aku, Kau dan Rahasia)

Wajahnya tampak cerah, senyum tak luntur darinya sejak tadi. Wendy? Entah sudah kemana. Mungkin dia sedang mengobrol dengan pria Norwegia yang tadi menyapanya di buffet bar. “I still can’t believe you’re really going back,” suara Ibrar lirih, ada kilatan sedih di matanya yang tak berhasil disembunyikan. Reya menunduk sebentar, menatap boarding pass dalam genggamannya. “Aku juga masih nggak nyangka. Tapi.. yah, here we are.”
103.6K viewsOngoingAdded to Library 136 Times as ib'ad lirik
Read
+Library
Pembasmi para iblis

Pembasmi para iblis

"Oh? Kakak sudah sadar?" Tanya Sucubus pada saudaranya yang baru terbangun setelah beberapa hari setelah kejadian itu. Incubus mengedarkan pandangannya dan mendapati mereka berada di dalam gua yang agak pengap. Suasana begitu hening hingga ia dapat mendengar bunyi tetesan air dalam irama yang teratur. "Ini tempat singgahku." Kata Sucubus sambil duduk di sebuah altar kecil, dekat dengan deretan lilin yang menyala-nyala. "Ada beberapa manusia bodoh yang menggunakan tempat ini untuk melakukan ritual palsu."
102.9K viewsOngoingAdded to Library 76 Times as ib'ad lirik
Read
+Library
Dosen Dingin itu Suamiku

Dosen Dingin itu Suamiku

Bab 35 Ibrahim beberapa kali menghela nafas panjang dan menghembuskannya. Mengafirmasi positif pada dirinya. "Benar kata Arumi, rilex saja, Ibra! Nggak perlu tegang. Apa yang perlu ditakutkan? Arumi istrimu, dia halal untukmu, kamu halal menikmati setiap keindahan tubuhnya. So, nikmati saja! Bukankah ini sebuah tahap untuk kamu bisa mencintainya secara utuh?" Ibrahim bermonolog dengan dirinya sendiri.
1019.4K viewsOngoingAdded to Library 677 Times as ib'ad lirik
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status