Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ms. Manager And Her Brother

Ms. Manager And Her Brother

Di berbaring sembari membaca buku kumpulan puisi karya Kahlil Gibran yang beberapa minggu lalu dipinjam dari perpustakaan Yayasan tempatnya bekerja sebagai guru lepas. Sepulang dari mengajar atau menjaga kedai, kegiatan itu selalu dia lakukan, membaca kumpulan puisi yang membuatnya mampu tenggelam berjam-jam di dalam kumpulan sajak. Hari ini pun dia ingin membeli sebuah buku yang sudah lama dia idam-idamkan. Bukan buku kumpulan sajak tetapi, dia sangat ingin membaca novel karya penulis luar. Akan tetapi, dia mengurungkan niatnya itu dan menundanya hingga besok.
109.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 207 kali sebagai ibuku puisi
Baca
+Pustaka
Selir Yang Terlupakan

Selir Yang Terlupakan

Lady Xiwu menatap buku itu seolah berharap bisa membaca isi tulisannya dari kejauhan. Kaisar membaca dalam diam cukup lama, alisnya sedikit berkerut. Ia membaca pelan, seolah setiap kata memiliki bobot dan makna tersendiri. Puisi itu bukanlah pujian manis tentang kemewahan istana atau keindahan musim semi seperti yang biasa didengarnya; puisi itu berbicara tentang dinginnya musim dingin, ketabahan yang tumbuh di tengah kesunyian, dan jejak kaki yang tak hilang meski tertutup salju tebal.
101.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai ibuku puisi
Baca
+Pustaka
Mengubah Takdir sang Figuran Tragis

Mengubah Takdir sang Figuran Tragis

kata Lin Ruyue. Zhou Xinyi menerima buku itu dengan mata membulat. "Antologi puisi? Anda menulis puisi sendiri?" "Hanya hobi kecil untuk mengisi waktu luang," jawab Lin Ruyue rendah hati. "Silakan, buka di halaman mana saja yang Anda suka."
105.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 182 kali sebagai ibuku puisi
Baca
+Pustaka
WRONG TURN

WRONG TURN

Ini tidak begitu sulit kan? *~* Suite ku berukuran seperti apartemenku dan tetanggaku digabung - yang merupakan arsitektur abad ke depalan belas yang tidak perlu dan dekorasi abad dua puluh satu yang suka pamer - dan sejauh ini aku hanya melihat ruang tamunya saja. Temboknya berwarna ivory dengan garis garis membungkus ruang tamu - slash - perpustakaan mini. Seriously, dengan inspeksi yang lebih dekat, rak buku berjajar di tembok memegang buku-buku tebal yang kurasa berbahasa German; seperti koleksi puisi Woedsworth, Lord Byron, Edgar Allen Poe dan Cummings; dan edisi pertama dari Stephen King - mimpi basah setiap kutu buku.
1014.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 395 kali sebagai ibuku puisi
Baca
+Pustaka
Ibuku Seorang Misoginis

Ibuku Seorang Misoginis

Orang yang mengumpulkan barang bekas sedang menimbang barang-barangku satu per satu. Di rumah ini, barang-barangku memang sedikit. Aku biasanya tidur di kamar yang penuh dengan tumpukan barang. Buku-buku yang kusayangi, pakaian yang kulipat rapi dan kusimpan di sudut, semuanya kini dijual seperti sampah. "Untuk apa kamu datang ke sini?" Suara ibuku menarikku kembali dari lamunan. Aku menatap sedih buku-buku yang dilempar sembarangan ke karung, lalu bertanya dengan suara berat.
4.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai ibuku puisi
Baca
+Pustaka
SUAMIKU KEKASIH IBUKU

SUAMIKU KEKASIH IBUKU

tanyanya tiba-tiba. Gandes kaget. Tangannya refleks menyembunyikan kresek itu di belakang tubuh. “Bukan apa-apa.” Jati menatap curiga. “Aku tanya baik-baik, Gandes. Itu apa?” “Cuma baju kampus. Sama buku catatan.” “Buku catatan?” Jati melangkah setapak lebih dekat. “Kenapa kelihatannya berat?” “Jangan ikut campur.” Gandes melangkah mundur, tapi tasnya menyenggol tiang pintu. Kresek itu bergoyang, menimbulkan suara kecil dari dalamnya, bunyi logam beradu.
106.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 202 kali sebagai ibuku puisi
Baca
+Pustaka
JODOH TAK TEPAT WAKTU

JODOH TAK TEPAT WAKTU

Dalam keheningan, ke dua insan itu terdiam sambil menikmati derasnya hujan yang mengguyur langit Puncak. "Bapak nulis apa sih?" tanya si wanita merasa kepo. Si lelaki tersenyum dan memperlihatkan hasil karyanya. "Ini, baca aja sendiri," beritahunya seraya mengembalikan buku catatan itu pada si wanita. "Saudade?" kening si wanita berkerut heran, tidak paham. Kelopak matanya meneliti beberapa bait puisi di salah satu lembar kertas buku catatannya.
1020.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 413 kali sebagai ibuku puisi
Baca
+Pustaka
Ayo Menikah, Mas Duda!

Ayo Menikah, Mas Duda!

Sambil mengunyah makanannya, dia terus mendengarkan gadis itu menceritakan pengalamannya bekerja di Perpustakaan. “Buku apa yang Neng Pita suka?” tanya Jamal. “Saya suka buku-buku puisi. Kahlil Gibran atau puisi-puisinya Sapardi Djoko Damono saya suka,” kata gadis itu. Wajahnya berbinar ketika menceritakan hal-hal yang disukainya, membuat Galih dalam peran Jamal itu berdebar. “Nanti saya main ke Perpustakaan kalau lagi luang ya, Neng. Saya penasaran jadi pengen baca-baca buku puisi juga,” katanya.
102.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai ibuku puisi
Baca
+Pustaka
Neng Zulfa

Neng Zulfa

Rak buku berbahan kayu itu yang menjadi tujuanku. Pada rak buku, isinya ternyata beberapa buku bacaan mengenai manajemen bisnis mikro dan makro, kuliner, juga beberapa majalah. Tidak ada kitab-kitab kuning atau tafsir seperti yang ada di perpustakaan pribadi Gus Fatih di ndalem. Buku lainnya adalah beberapa antologi puisi karya penyair kenamaan Indonesia, seperti Chairil Anwar, Sapardi Djoko Damono, W.S. Rendra, Emha Ainun Nadjib, Taufiq Ismail, Sutardji Calzoum Bachri, dan masih banyak lagi juga beberapa novel tebal yang tidak lain adalah enam seri Supernova, novel karangan Dee Lestari.
106.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 195 kali sebagai ibuku puisi
Baca
+Pustaka
Para Pencari Kunci

Para Pencari Kunci

Kehidupan keras dan dikelilingi para lelaki di tempat pelatihan membuatku lebih waspada soal asmara. “Ibuku juga suka sastra. Kadang aku baca puisi waktu senggang. Hanya puisi yang kusuka. Karena pendek dan indah. Ibuku pernah coba-coba menulis. Dia penulis handal sebenarnya. Namun karena miskin, waktunya habis karena mengiris bawang.” “Aku kenal beberapa sastrawan tukang sindir,” ujarku sembari nyengir.
3.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 140 kali sebagai ibuku puisi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status