Sentuhan Adik Sahabatku
Jennar mendekat, lalu menjatuhkan diri di sofa sebelah ibunya.
“Seru banget, Ma,” katanya, datar.
Priska menoleh cepat. “Eh, Jen. Kamu udah pulang?”
“Udah, Ma.”
Tatapan Priska mengamati putrinya lebih lama dari biasanya. Alisnya berkerut. “Kamu kenapa? Wajah kamu pucat.”
Jennar tersenyum tipis, “Jennar memang lagi flu sama batuk, Ma. Kepala agak pusing.”