Menantu On Air : Siaran Rahasia dari rumah mertua
Ia menyeka sudut matanya sendiri, pelan dan tak terlihat.
“Tapi kasih sayang tidak pernah kehabisan tempat. Jika dibagi dengan ikhlas, justru akan meluas. Seperti cahaya matahari yang tak berkurang meski menyinari banyak bunga sekaligus.”
Sekar menatap gelas teh yang kini tinggal setengah, embunnya mulai menghilang. Udara malam yang mengalir masuk dari celah-celah loteng membuat ruang siaran mungil itu terasa seperti tempat yang terpisah dari dunia. Di luar, orang-orang mungkin sedang tidur. Tapi di sini—di balik mikrofon, kabel-kabel, dan tombol volume yang nyaris aus—ada cerita yang masih menggantung di udara, belum tuntas.