Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Shadow

Shadow

“Dua....” Lagi-lagi suara Jason mampu membuat pertahanan Marley kembali melemah. Marley pun membuka ruang percakapannya dengan Hanes. Dengan gemetar, ia menuliskan pesan agar Hanes segera kembali. Padahal belum lebih dari 3 menit sejak kepergian Hanes, namun Marley sudah seperti anak kecil yang ketakutan. “Tiga....” Marley mengangkat wajahnya dengan perasaan takut bercampur kesal. “Diam kau sial—“
9.911.8K viewsCompletedAdded to Library 449 Times as iming
Read
+Library
 PEWARIS PARFUM PENGGODA

PEWARIS PARFUM PENGGODA

EMOSI : 30% Beberapa detik kemudian muncul baris berikutnya. EMPATI : 50%
10427 viewsOngoingAdded to Library 10 Times as iming
Read
+Library
HURT

HURT

perintahnya pada Ae Ri sambil menepuk-nepuk tempat di sampingnya. Dengan canggung, Ae Ri pun menuruti perintah bosnya itu. “Kenapa Anda—” “Minumlah!” potong Sung Jae sembari mengulurkan minuman dingin dalam botol plastik berukuran sedang. Ae Ri mengambilnya dengan ekspresi kebingungan. “Lemon tea. Minuman itu selalu menjadi andalanku untuk memperbaiki mood yang buruk.” “Kamsahamnida[1]!” ucap Ae Ri. Kemudian, dengan hati-hati ia meminum minuman itu.
103.3K viewsOngoingAdded to Library 80 Times as iming
Read
+Library
Betrayal

Betrayal

Semoga saja tidak pernah ***. Victor berjalan dengan tenang melewati lobby gedung perusahaannya. Walaupun Victor tidak menunjukkan ekspresi apapun, aura yang melingkupinya tetap hitam. Bahkan, seketika lobby menjadi sunyi begitu Victor memasukinya. Para staf hanya berada menundukkan kepalanya, terlalu segan untuk menyapa Victor. Menurut para karyawan, Victor hanya memiliki tiga ekspresi, yaitu santai, dingin, dan tanpa ekspresi—walaupun tanpa ekspresi harusnya tidak termasuk dalam ekspresi, namun bagi Victor, tanpa ekspresi merupakan sebuah ekspresi. Dari ketiga ekspresi tersebut, yang paling menyeramkan adalah wajah tanpa ekspresinya.
106.3K viewsCompletedAdded to Library 237 Times as iming
Read
+Library
Castle

Castle

"Oh ya, temanku bernama Williams" Lelaki menyebalkan tadi bernama Williams. Dia lelaki tampan yang mungkin berumur 2-5 tahun lebih tua dariku, tapi dari penampilannya terlihat seorang lelaki biasa. Namun, Tom terlihat lebih tua dari Williams. Tom mempunyai kulit sedikit gelap dari Williams, meskipun sama berkulit putih. Untuk sekilas aku bisa menilai bahwa Tom lebih baik daripada Williams. Wajar saja aku menilai seperti itu, kesan pertama aku dan Williams cukup buruk. Ah menyebalkan, tidak punya sopan santun. Mereka tampak seumuran, bahkan tingginya pun hampir sama. Williams mempunyai rambut berwarna hitam, sedangkan Tom berwarna keemasan. Apa hubungan Tom dan Williams? Wajah mereka sama sek
104.1K viewsCompletedAdded to Library 143 Times as iming
Read
+Library
Tes

Tes

Aura Lika transser8ries
Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test
1.4K viewsOngoingAdded to Library 32 Times as iming
Read
+Library
Broken

Broken

Begitu ia mendapat izin, Ami langsung mempercepat langkah kakinya. ************ Berbagai kekhawatiran dan kekecewaan memenuhi Ami, membuat jantungnya tak berdetak normal. Tubuhnya mulai dipenuhi oleh butiran-butiran keringat, namun ia tak merasa kepanasan dan malah merasa dingin. Ami menggunakan angkutan umum untuk menempuh perjalanan menuju kediamannya. Selama ia berada di dalam angkutan umum, ia begitu tak sabar tiba di tempat perhentiannya.
1013.8K viewsCompletedAdded to Library 511 Times as iming
Read
+Library
Revenge

Revenge

Kembali Suli melontarkan pertanyaan. "Dia hot." " Benarkah?" Suli merubah posisi tidurnya, menghadap ke arah Gladys. "Bahkan sangat hot." Jawaban Gladys semakin membuat Suli penasaran terhadap Steve, yang menurutnya begitu kaku dan dingin "Kamu tahu, Suli, sentuhannya bisa membuat darah berhenti mengalir, dan jantung berdetak lebih kencang. Aku bahkan serasa melayang, hanya dengan sebuah kecupan."
108.7K viewsCompletedAdded to Library 200 Times as iming
Read
+Library
Revenge

Revenge

Jam sudah menunjuk pukul dua belas malam. Seseorang mondar-mandir di sebuah flat, ruangan gelap, hanya ada kursi, televisi dan ranjang besi. Tanpa cahaya, jendela tertutup rapat. Tangannya sesekali memegang kepalanya, mengerutkan dahi dan sesekali menghela napas berat. “Tidak bisa begini saja, aku harus melakukan progress, keadaan ini terlalu lambat, tapi juga tak bisa dipercepat.” Dia bergumam sendiri sambil terus bolak-balik dari depan televisi ke kursi.
104.9K viewsCompletedAdded to Library 167 Times as iming
Read
+Library
SPERANZA

SPERANZA

Dia memilih untuk memutuskan Speranza sebelum rasa bahagia saat bersama Speranza semakin besar. Semua orang pantas membencinya sebagaimana mestinya. Yasa bahkan marah kepada dirinya sendiri seperti Speranza marah kepadanya. Yasa sedih seperti Speranza yang merasa sedih. Yasa dengan cepat dekat dan nyaman dengan Speranza. Hanya dengan Speranza Yasa merasakan hal itu. Yasa marah pada keputusannya sendiri. Dia sangat membenci dirinya sendiri karena kembali menjadi lemah.
102.7K viewsOngoingAdded to Library 103 Times as iming
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status