DENDAM
"Sendiri, mas."
Aku tersenyum, Amira memang dari dulu sudah mandiri, dia selalu berani berpetualang ke kota mana pun seorang diri.
"Jaga diri baik-baik, jangan terlalu dekat dan percaya dengan laki-laki, yang tidak begitu kamu kenal."
"Kadang yang kukenal saja, belum tentu bisa kupercaya," balasnya. Aku menjadi kikuk, merasa tersindir juga.