Istri Warisan
Sedari tadi, ketika Vanilla sudah dibius lokal, dan semua orang tengah sibuk dengan kakinya, perempuan itu tak bisa menghindar dengan benaknya yang berkeliling.
Memutar kembali apa saja yang sudah terjadi selama ini dengan hidupnya. Terutama benaknya paling lama memutar-mutar adegan demi adegan bagaimana kisah cintanya, bagaimana pernikahannya, bagaimana hidupnya yang porak-poranda. Bagaikan pecahan gelas kaca yang terjatuh, terlempar, dan berserakan memenuhi kamar mandi hotelnya. Kenapa nasib sial tak juga mau meninggalkannya.
Kian mengalihkan pandang ke infus yang menancap di pergelangan tangan Vanilla. "Tadi dokter menyampaikan, begitu infus ini habis, kau bisa pulang."
Bab Populer