Dinikahi Mas Pandu
Pandu mendekat, menarik hidung mancung Zita gemas sembari senyum-senyum.
Tak lama, Pandu sudah duduk di sebelah istrinya itu. "Mas, Dito juga mau nikah, bulan depan, kalo nggak diundur lagi, kita ke sana, ya?!" pinta Zita.
"Oke. Siap." Jawab Pandu sembari menarik sate telur puyuh dari tusukannya. Ia kunyah perlahan sembari terus melirik ke istrinya yang bertopang dagu dengan siku ia tumpu ke atas meja, dan juga melirik ke suaminya. Sudut bibir mereka sama-sama tertarik ke atas, kedua matanya juga menyipit kompak. Hanya dengan begitu, keduanya sama-sama sedang menunjukkan rasa kagum masing-masing.