Ayah Si Preman Sekolah
Sekarang, hanya rasa benci yang tersisa.
Begitu melihatku, senyumannya langsung menjadi kaku. Seperti tersambar petir, dia hanya berdiri diam di tempat.
Ben dengan semangat mengenalkan aku, "Ayah, ini pacarku, calon menantumu. Cantik, 'kan? Imut, 'kan? Namanya Chastin, dia teman sekelasku dulu."
"Sayang, ini ayahku. Dia sangat pandai mencari uang dan itu semua akan menjadi milik kita nanti, haha."
Chapitres populaires