OM CEO, I LOVE YOU!
"Masuklah ke dalam, Tantan. Jangan biarkan orang-orang tidak penting ini mengacaukan konsentrasimu. Aku akan menunggumu di kantin, bukan di mobil lagi."
"Tapi Mas..."
"Sekarang," perintah Elvin mutlak.
Intan hanya bisa mengangguk pasrah. Ia melirik Bagus sekilas. "Maaf ya Gus, aku masuk dulu. Sukses ujiannya!"
Setelah Intan menjauh, Elvin kembali menatap Bagus yang masih mematung. "Dengar, anak muda. Intan memang berasal dari keluarga sederhana di kampung, tapi di Jakarta, dia adalah milikku. Jangan mencoba mendekatinya lagi dengan alasan teman lama atau aku akan memastikan kau tidak akan pernah lulus dari universitas ini."
Bab Populer