RAHASIA IBU
“Baiklah, kita mulai.”
Keduanya berjabatan tangan untuk pengucapan ijab kabul yang akan menjadi ikrar pengikat kami menjadi sepasang suami istri. “Bismilahirrohmanirahim …”
“Assalamu’alaikum.” Tiba-tiba ucapan penghulu terhenti, karena mendengar suara seorang laki-laki yang aku kenal. Tuan Amar terlihat berbeda. Tubuhnya sedikit gelap, kurus, dan terlihat lelah. Sorot matanya tampak sayu, seperti ada beban yang dipikul. Baju mewah yang biasa melekat di tubuhnya, kini berganti dengan sebuah baju koko sederhana dan celana hitam panjang. Semua mata memandangnya heran. Ia tak seperti Tuan Amar yang dulu. Ada apa dengannya?