Perempuan Yang Merebut Suamiku
tukas Pak Wibowo lagi sambil memandang Mas Anjar dan aku secara bergantian.
"Anjar, ingat ya, tahan dulu, sabar dulu sampai waktunya tiba."
"Baik, pak. Aku akan ingat pesan bapak dan ibu. Aku tidak akan melakukan hal yang tidak diperbolehkan dalam agama sebelum waktunya," sahut Mas Anjar malu-malu. Sesekali dia memandangku dengan tatapan penuh cinta.
"Alhamdulillah, syukurlah kalau begitu. Ini beberapa bingkisan dari kami untukmu, nak Winda. Semoga kalian berkenan menerimanya," sahut Bu Wibowo.
Hot Chapters