Di Atas Ranjang Dokter Sonya
isak Isan sembari berdiri dan menangis sejadi-jadinya meluapkan semua kesedihan yang ia pendam, berharap setelah ini rasa sesaknya hilang dan rasa bersalahnya berkurang.
“Pak ….”
“Saya … saya, Dok.” Isan menunjuk dadanya dengan jemari yang bergetar hebat menahan emosinya, “saya yang lakuin itu semua. Saya yang lihat lebamnya, saya yang ganti kateternya. Saya, Dok … saya. Saya orang yang akan merasa paling bersalah dan paling mengutuki situasi ini, Dok.”