Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Rasaku Ditelanjangi

Rasaku Ditelanjangi

Sesuatu yang tak bisa disebut—hanya bisa dirasakan. Mobil Arga melaju pelan menyusuri jalanan yang berkabut. Hawa dingin masuk dari jendela yang sedikit terbuka, memaksa kami merapat, mencari hangat dari sisa-sisa energi dua hari terakhir yang penuh tawa, canggung, dan—aku tak bisa memungkiri—kerinduan yang tak seharusnya ada. Radio mengalun pelan. Lagu “Sahabat Kecil” dari Ipang mengisi ruang kabin dengan lembut, seperti suara hati yang bicara tanpa izin.
5.51.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai isak tangis
Baca
+Pustaka
Jika Waktu Berakhir

Jika Waktu Berakhir

“Kumohon, jangan begitu kepadaku. Kita masih berteman bukan?” “Iya, kita masih berteman. Maafkan aku,” ucap Faiz sambil mengepalkan tangannya. Ia tak bisa mendengar Iskha menangis. “Sudahlah, jangan menangis! Aku tak bisa mendengarkanmu menangis.” Iskha menghapus air matanya. Dia lalu berkata, “Aku tak menangis kok. Buat apa menangisi dirimu? Aku cuma sedikit pilek.”
105.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 223 kali sebagai isak tangis
Baca
+Pustaka
Tangisan Terakhir Seorang Istri

Tangisan Terakhir Seorang Istri

Pengetahuan bahwa pengabdian buta dia pada Emilia telah menyebabkan kematian istrinya, merusak sesuatu yang tak bisa diperbaiki dalam dirinya. Marcell akan duduk berjam-jam di dapur kita, berbicara dengan kursi kosongku. “Maaf,” bisiknya. “Aku… sangat menyesal tidak percaya padamu.” Kadang Sari datang, melihat teman masa kecilnya jatuh dalam kegilaan. Dia akan membawa makanan yang tidak akan dia makan, membersihkan ruang yang dia tidak lihat. Hingga akhirnya, ia menghela nafas berat saat dia mengemas tas untuk meninggalkan kota. Dia tidak tahan melihat kondisi Marcell lagi.
21.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 502 kali sebagai isak tangis
Baca
+Pustaka
Tak Sengaja Kutalak Istriku

Tak Sengaja Kutalak Istriku

lirihku terbata, melipat rahang tak berdaya. "Astaghfirullah .... " timpal Ibu gemetar dengan netra berkaca-kaca, luruh tertunduk dalam luka yang sama.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai isak tangis
Baca
+Pustaka
Bermula Dari Skandal, Berujung Pernikahan Tanpa Cinta

Bermula Dari Skandal, Berujung Pernikahan Tanpa Cinta

Ketiga wanita itu duduk seperti itu dan saling berbagi kesedihan serta cinta. Kini, isak Isla terdengar tulus dan dipenuhi semua yang selama ini ditahannya. Ketakutan, kehilangan, dan kemarahan di dalam hatinya. Saat mengangkat kepalanya, dia baru menemukan kembali suaranya yang pecah dan lembut. Dia menangis dan berkata dengan suara serak karena merasa sakit, "Aku bahkan nggak sempat mengetahui jenis kelamin bayiku."
1018.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 489 kali sebagai isak tangis
Baca
+Pustaka
Ikatan Tak Dirindu

Ikatan Tak Dirindu

Dia segera menempelkan telapak tangannya di kening Sagara. “Kamu demam kayaknya,” Safira menyimpulkan. “Kayaknya hanya meriang biasa,” Sagara tersenyum. “Meriangnya dobel.” Sagara tersenyum lagi. “Pertama meriang panas dingin. Kedua, meriang, merindukan kasih sayang darimu hehe.” “Kamu ini masih sempat-sempatnya bercanda, saat sakit begini.” “Aku nggak bercanda. Ini fakta,” kata Sagara yang tubuhnya kian menggigil tapi tetap tersenyum menatap istrinya.
109.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 224 kali sebagai isak tangis
Baca
+Pustaka
Istri Yang Tersakiti

Istri Yang Tersakiti

jawabnya dengan isak tangis yang tak mampu dia sembunyikan. "Nai, lo kenapa?" jawab seseorang perempuan dari seberang sana. "Kak Niken? Ini Kak Niken, kan?" Naila memastikan karena nomor yang masuk merupakan nomor baru. "Iya, ini gue, Niken. Lu kenapa? Ceritalah," pinta Niken yang sudah seperti Kakak untuk Naila. "Nai gak bisa cerita di sini, Kak." "Ya sudah, lo datang ke apartemen gue aja. Atau, lo mau gue yang nemuin lo, Nai?"
108.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 228 kali sebagai isak tangis
Baca
+Pustaka
Istri Abangku

Istri Abangku

cecar seorang lelaki dewasa yang ikut masuk di dalam bilik yang sama. "Nenek gimana, Bang? Ini ipar saya. Namanya Ica. Abang salah kamar nih, aneh!" sahut Kamal tak terima. "Ck, sakit lu ye. Ini emak gue. Namanya Isah, bukan Ica. Mak, balik sini!" benar saja, saat punggung itu berbalik. Bukan Ica yang ada di sana, melainkan Isah yang tak memiliki gigi di dalam mulutnya. Kamal terlonjak kaget dengan mata melotot. Lalu dengan wajah merah menahan malu, Kamal pamit dan meminta maaf atas kelancangannya.
1020.0K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 538 kali sebagai isak tangis
Baca
+Pustaka
Tak Sengaja Mencintaimu

Tak Sengaja Mencintaimu

Thalia tergugu. Isak tangisnya pecah menjadi raungan histeris. Ia tidak menyangka ayahnya yang biasanya luluh dengan air matanya, kali ini berdiri tegak seperti karang yang dingin. Ia memandang berkeliling, mencari pembelaan, namun hanya ada koper kosong dan tatapan murka papanya. ​"Papa tega ... Papa benar-benar mau buang aku?" tanya Thalia di sela isakannya, suaranya parau karena sesak.
1045.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 911 kali sebagai isak tangis
Tampilkan Ulasan (16)
Baca
+Pustaka
Ayu Ayuningtiyas
ceritanya bagus banget dan bikin nyesek, sebegitu menderitanya hidup vanka stlh keperawanannya diambil paksa sama suami yg tdk mencintainya dan akhirnya berpisah stlh malam pertama yg menyakitkan.nikah sama laki" yg antagonis dan punya anak dgn mantan tapi dgn kondisi anak sakit leukimia.miris bgt.
Aurora Aurora
Ga rela Klo SHANKARA SMPE KEPINCUT CEWE LAEN LAGI, THOR, Biar SHANKARA sama Vanka aja, udah ckup mndrita Vanka, Emng Vanka salah, Itu smua kn dulu GARA2 Shankara juga, yg ga mau dngr pnjlasan Vanka saat itu, Bilang SELESAI GITU AJA, Vanka kaya terombang-ambing GA ADA yg LINDUNGIN GADA YG RANGKUL..
Baca Semua Ulasan
TERLAHIR KEMBALI: ISTRI NAKAL SANG CEO

TERLAHIR KEMBALI: ISTRI NAKAL SANG CEO

Tangannya mencengkeram lantai seolah kesakitan. Lalu— Isabela menangis. Bukan tangis berisik. Bukan jerit histeris. Tapi tangis yang tertahan. Bahu yang bergetar. Air mata jatuh perlahan—cukup pelan untuk terlihat tulus. “A-aku minta maaf…” suaranya bergetar. “Aku… aku tidak melihat jalanku…” Semua orang terdiam. Sophia menoleh cepat, panik. “Zenia, aku—”
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai isak tangis
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status