Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bisu Karena Cinta

Bisu Karena Cinta

“Maafkan aku…” Isabella membuang muka, tak sanggup bertatapan langsung dengan tunangannya itu. Entah kenapa rasanya ia ingin menangis. Akhirnya kesedihannya tak terbendung, dan ia pun mulai terisak. Tangan Elliot meraih tangan Isabella dan menggenggamnya, hendak menenangkannya. Refleks Isabella memeluknya dan menangis di pelukan hangat Elliot.
101.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai isak tangis
Baca
+Pustaka
One Day In Your Life

One Day In Your Life

Entah berapa liter air amis memaksa masuk ke tenggorokannya dan berapa jenis bau busuk dan bangkai orang mati yang terpaksa dihirup dan diciumnya. "Ann! Annastasia!" Isaac menggigil memanggil-manggil istrinya. Ia memeluk dirinya sendiri, menahan dingin. Kedua netranya yang merah oleh sapuan air menyapu pandangan sekitar. "Ann!!!" Isaac berteriak parau. Tak lama didengarnya suara pintu terbuka dan langkah kaki menuruni tangga.
105.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 140 kali sebagai isak tangis
Baca
+Pustaka
Bolehkah Aku Menangis

Bolehkah Aku Menangis

Namun, aku hanya bisa memegangi dada nyeri akibat asap tadi. Nona Muda membuka pintu mobil, ia menaruhku di kursi depan. Aku berusaha bersandar nyaman. Sesekali menoleh ke wajah Nona Muda, ia tampak mengusap air mata di pipi. Apakah ia menangisiku? Atau karena asap itu yang membuatnya perih? Tetapi ia hanya sebentar di sana. "Tetaplah bernapas, Dik." Jemari Nona Muda terasa sangat dingin mengepal tanganku yang lemah di paha.
3.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai isak tangis
Baca
+Pustaka
Dalam Rengkuhan Hasrat Kakak Ipar

Dalam Rengkuhan Hasrat Kakak Ipar

bisik Lily penuh pengertian. Dewa terdiam beberapa saat, hingga akhirnya tubuh lelaki itu terguncang dalam dekapan Lily. Untuk pertama kalinya, Lily mendengar Isak tangis Dewa. Sekuat apapun dia, Dewa tidak bisa menahan kesedihannya. Ini menyangkut wanita yang sudah melahirkannya ke dunia.
9.7282.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11.3K kali sebagai isak tangis
Baca
+Pustaka
Hasrat Perselingkuhan: Kubalas Pengkhianatan Suamiku

Hasrat Perselingkuhan: Kubalas Pengkhianatan Suamiku

"Dengarkan saja, dulu. Aku takut jika menundanya keberanian aku akan hilang, aku tidak peduli apapun itu asalkan bisa bersamamu aku tidak masalah, Ruela.” "Aku menyukaimu, tidak! Aku mencintaimu, Ruela ...." Ruela hanya terdiam di dalam pelukanku perlahan terdengar suara Isak tangisnya. Aku melepaskan pelukanku dan menatap wajahnya, gegas aku menyeka cairan bening yang membasahi pipi Ruela. Aku lebih menyukai dirinya tersenyum dibandingkan harus menangis seperti ini.
3.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai isak tangis
Baca
+Pustaka
Isaac jangan ghosting

Isaac jangan ghosting

Suaranya khas laki-laki dewasa, terdengar berat, tapi milik Isaac lembut saat sampai ke telinga Chelsea, membuat gadis yang masih dengan posisi telentang kini membuka matanya secara perlahan. "Namaku Isaac, Isaac Davidson," sambung Isaac lagi. Dia mulai berani merangkai lalu mengucapkan sepatah kalimat. Chelsea tersenyum manis, dia senang akhirnya bisa mengetahui nama teman bermainnya itu. "Isaac, besok mau main lagi sama aku?" tawar Chelsea. Gadis itu merubah posisinya ke samping, menghadap Isaac. "Nggak tahu," jawab Isaac. Dirinya tidak bisa memastikan karena Isaac masih belum bisa mengontrol kapan bersinnya datang.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai isak tangis
Baca
+Pustaka
Istri Kakakku Selalu Menangis

Istri Kakakku Selalu Menangis

Aku pun merasa kalau ia sengaja menghindar. Kupasang telinga tepat di pintu kamar mandinya. Terdengar jelas kalau ia kembali menangis, kali ini isakannya terdengar lebih memilukan. Setelah itu, aku tak dapat mendengar apa-apa lagi karena ia menghidupkan air untuk menyamarkan suara tangisnya. Aneh, bukan? ***
3.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai isak tangis
Baca
+Pustaka
Sisa Rasa

Sisa Rasa

Dika yang berdiri di sisi lain ranjang dengan mata berkaca kaca tak kuasa melihat adiknya yang biasanya ceria kini terbaring lemah tak berdaya. Selin, yang masih setengah sadar akibat obat penghilang rasa sakit, merasakan ada tangan hangat menggenggamnya. Ia membuka mata perlahan. Bayangan kabur perlahan membentuk wajah yang sangat ia kenali. “Ma. . . ma ?” bisiknya lemah. Mama Sekar tersenyum di antara air mata. “Iya sayang, mama disini.” Jawab Mama Sekar pelan.
10832 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai isak tangis
Baca
+Pustaka
Gelora Hasrat Pewaris Takhta Dhirendra

Gelora Hasrat Pewaris Takhta Dhirendra

alibi Isla Kavian menarik napas pelan, matanya lembut tapi masih menyimpan ketegasan. “Tidak ada yang salah dengan menangis, Isla. Saya tidak akan menganggapmu lemah hanya karena menangis. Menangis bukan tanda kelemahan tapi tanda manusiawi.” “J-jangan… jangan bilang begitu, Kak” gumamnya, suaranya bergetar menahan air mata yang jelas sudah tumpah
104.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 176 kali sebagai isak tangis
Baca
+Pustaka
Marga Kuromori

Marga Kuromori

tegur Isae pelan sambil menepuk pundak Pak Haede. “A ... apa?” Pak Haede terhenyak. Dia menyadari selama ini dirinya melamun sampai kenangan indah berupa ikrar sehidup semati bersama mendiang istrinya muncul sejalan prosesi demi prosesi yang dijalankan oleh Yosihara dan Mirae. “Anda menangis,” ucap Isae. Kasami segera menoleh ke ayahnya setelah mendengar Isae bahwa ayahnya menangis. “Ayah, tak apa?”
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai isak tangis
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status