ISTRIKU SERING MENANGIS
Aku menunggu Sita datang, dan sambil menunggunya kucoba mencari cara untuk menggagalkan aksi tes DNA mereka.
Tidak lama kemudian, ia pun datang dan aku pun mulai menceritakan pokok masalahnya.
"Sita, kamu tahu nggak si, ternyata Ibu kandung Ardan ada di sini, malah istri direktur sekarang," ujarku pada Sita, menantuku.
"Loh, memang Mas Ardan bukan anak kandung Ibu?" tanyanya.
"Bukan, jadi ceritanya dulu begini," sambungku mulai bercerita.