Dinikahi Mas Pandu
Tapi kini, faktanya, Zita lah istri seorang Pandu itu, bukan wanita yang mudah goyah, terlihat dari sikapnya yang terang-terangan menegur Bianca.
Ia duduk di tepi ranjang, menyugar lalu menjambak rambutnya lagi. Mengangis, mengerang hingga menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang, menyebut nama Pandu dengan derai air mata yang membasahi wajahnya. Bahkan, ia lupa apakah hari itu sudah makan atau belum, ia sesenggukan, mengingat Pandu yang menatap istrinya dengan tatapan memuja, membuat hati Bianca semakin sakit, ia meringkuk, begitu mendambakan seorang Pandu bagi hatinya, mungkin juga, hidupnya.
***