ISTRI SIRI TENTARA ALIM
"Kelihatannya kalian ini sudah terbiasa berbicara santai, ya? Sudah akrab ngobrol."
Rey menghela napas. "Maaf, Komandan. Dia memang belum terbiasa. Dia juga biasanya suka bercanda. Kami seperti teman."
Komandan mengangguk. "Tidak masalah. Saya hanya ingin memastikan satu hal. Mira, apakah kamu siap menjadi istri seorang tentara?"
Mira menatap komandan itu, lalu melirik Rey.
Komandan melanjutkan, "Menikah dengan tentara itu tidak mudah. Ada saat di mana suami bertugas berbulan-bulan, ada saat di mana tidak bisa pulang, bahkan di momen-momen penting."