Berpura-pura Miskin Demi Anak-Anakku
Kami berdua duduk dengan tenang sambil membahas kehidupan.
“Belum ada lowongan lagi, Kak.”
“Ah, nanti juga ada formasi.”
“Hmmm ... katanya harus pake ini.” Aku menaikkan tanganku, memperlihatkan dua sudut jari saling berdekatan, money. Uang adalah segalanya.
“Alah! Itu kata orang, Ra. Yang pake uang kan urusan mereka, dosa ditanggung sendiri. Suami saya dulu juga nggak pake uang kok, tapi nasib berpihak padanya.”