Disayang Duda Kaya
ucap Saimah sambil mencengkram bahu Lila dan menggoyangkannya.
“Mbok–”
“Sabar, Nak.” Saimah mendekap Lila. Wanita paruh baya itu ikut menangis dengan Lila. Bahu mereka basah oleh air mata satu sama lain.
“La, dengerin Mbok ya? Manusia itu ujiannya banyak. Aku diuji dengan tidak punya anak. Kamu diuji dengan suamimu sendiri. La, aku nggak akan sanggup jadi kamu. Tapi, kamu jangan berpikir jadi aku akan mudah, La. Inget, Nduk. Eling. Waktu kamu menunggu anak beberapa tahun terakhir ini. Kamu dan Dimas juga sama putus asanya. Kamu pikir kamu bisa tanpa dia? Anakmu? Iyo? Mungkin sekarang kamu rasa semuanya bisa. Tapi, penyesalan itu di akhir, Nduk. Jangan sampai kamu menyesal!
Hot Chapters