Pembantu Rasa Nyonya
ucapnya sambil menarik tanganku untuk duduk di sampingnya.
"Kita, dituntut bersikap dan berpenampilan number one. Image kita, wajib dijaga. Karena, kita adalah wajah perusahaan. Besuk, kita akan menjadi pusat perhatian banyak mata dan bahan pembicaraan banyak mulut," tambahnya, sambil mengusap punggungku. Dia mulai tahu cara memberiku pengertian, supaya masuk ke dalam otakku.