Ini Uangku, Mas!
Sepertinya aku harus coba.
"Benaran Im, temanmu banyak yang berduit?" Mata ibu membelalak menanyakannya. Sepertinya ibu juga tertarik.
"Iyaaa, ntar aku telpon mereka, pokoknya Mas Aga siap-siap aja, pakai baju yang rapi, trus rambutnya diminyakin, ooo trus, pakai parfum yang banyak, mm trus sepatu jangan lupa disemir mengkilat seperti bisa ngaca, dan itu kumismu jangan lupa dipangkas abis." Ima bicara sambil menujukku. Makdudku di akhir ucapan, ia menujuk kumisku yang lebat.