Biar Kubayar Cincin Untuk Jalangmu
Anak anak yang sudah bangun menghampiriku di balkon dan memeluk diri ini.
"Pake jaketnya, udaranya dingin," ucapku pada Gema putra bungsuku.
"Iya, dingin, lain dari tempat tinggal kita di kota yang panas," jawabnya dengan senyum polos.
"Kita akan pergi berkuda sebentar lagi, apa kau suka?" tanyaku sambil memeluknya.
"Iya, horee ...." Anak anak bersorak dan melompat gembira, mereka kusuruh bergabung di meja makan dan sarapan denganku juga, sebelum kami lanjutkan kegiatan wisata dan bergembira.
Capítulos Populares