(Bukan) Gadis Matre sang Juragan
"Panjang ceritanya. Kita berhenti saja di warung pinggir jalan itu. Saya rasa, sudah waktunya kamu mengetahui semuanya."
Bayu membelokkan mobil pada sebuah warung sederhana yang terbuat dari kayu dan bambu. Di depan warung, ada papan kecil dengan tulisan tangan yang mempromosikan menu dagangan mereka. Ada beberapa macam menu sederhana yang tertulis di sana. Seperti nasi goreng, bakso urat, teh dan kopi panas istimewa. Untuk mempersingkat waktu mereka memesan dua mangkuk bakso dan dua teh hangat. Sembari menunggu pesanan datang, Bayu mulai bercerita.
"Sekarang, dengarkan baik-baik," katanya, suaranya rendah, namun penuh penekanan. "Ini cerita yang mungkin akan mengubah cara kamu memandang sem
Hot Chapters